Minggu, 03 Januari 2010

ILMU PANCASILA PADA ZAMAN MAJAPAHIT

Pada tahun 1293 berdirilah kerajaan Majapahit yang mencapai zaman keemasannya pada pemerintahan raja Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada yang dibantu oleh laksamana Nala dalam memimpin armadanya untuk menguasai nusantara. Wilayah kekuasaan Majapahit semasa jayanya itu membentang dari Maaisia sampai Irian Barat.

Pada waktu itu agama Hindu dan Budha hidup berdampingan dengan damai dalam satu kerajaan. Empu prapanca menulis negarakertagama. Dalam kitab tersebut telah terdapat istilah pancasila. Empu tantular mengarang buku Sutasoma, dan di dalam buku itulah kita jumpai seloka persatuan nasional yaitu bhineka tunggal ika, yang berbunyi lengkapnya Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrua, artinya walaupun berbeda, namun satu jua adanya sebab tidak ada agama yang memiliki Tuhan yang berbeda. Hal itu menunjukkan adanya realitas kehidupan agama pada saat itu, yaitu agama Hindu dan Budha. Bahkan salah satu bawahan kekuasaannya yaitu Pasai justru telah memeluk agama Islam. Toleransi positif dalam bidang agama dijunjung tinggi sejak masa bahari yang telah silam.

Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Mahapatih Gajah Mada dalam sidang ratu dan mentri-mentri di paseban keprabuan Majapahit pada tahun 1331, yang berisi cita-cita nenpersatukan seluruh nusantara raya sebagai berikut: Saya baru akan berhenti berpuasa makan pelapa, jikalai seluruh nusantara bertakluk di bawah kekuasaan negara, jika Gurun, Seram, Tanjung. Haru, Pahang, Dempo, Bali, Sunda, Palembang dan Tumasik telah dikalahkan.

Selain itu dalam hubungannya dengan negara lain raja Hayam Wuruk senantiasa mengadakan hubungan bertetangga dengan baik dengan kerajaan Tiongkok, Ayodya, Champa dan Kamboja, Menurut prasasti Brumbung, dalam tata pemerintah kerajaan Majapahit terdapat semacam penasehat seperti Rakryan I Hino, I sirikan, dan I Halu yang bertugas memberikan nasehat pada raja, hal ini sebagai nilai-nilai musyawarah mufakat yang dilakukan oleh sistem pemerintah yang dilakukan kerajaan Majapahit.

Majapahit menjulang dalam arena sejarah kebangsaan Indonesia dan banyak meninggalkan nilai-nilai yang diangkat dalam nasionalisme negara kebangsaan Indonesia 17 Agustus 1945. Kemudian disebabkan oleh faktor keadaan dalam negri sendiri seperti perselisihan dan perang saudara pada permulaan abad XV, maka sinar kejayaan Majapahit berangsur-angsur mulai memudar dan akhirnya mengalami keruntuhan dengan Sinar Hilang Kertaning Bumi pada permulaan abad XVI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar